Siapakah Musuh Terbesar Kita..??

Ini adalah sebuah cerita tantang seorang preman (sebut saja Samidi). Dia seorang preman yang sangat ditakuti didaerahnya. bahkan dia ngga mempunyai rasa takut kepada siapapun dan apapun.Suatu ketika dia mendatangi seorang yang dituakan didaerah itu. sebut saja (Pak Johan), untuk bertanya brangkali Pak Johan tahu ada orang sakti untuk dfilawan. karena dia sudah tidak ada lagi musuh yang menjadi tandingannya. akhirnya terjadi percakapan diantara kedua orang itu.

Samidi : “Pak Johan, aku datang kesini untuk bertanya, barangkali kamu tahu ada orang sakti atau setan sekalipun yang mumpuni. Aku ingin melawannya. sampai detik ini ngga ada satu orangpun musuhku yang mampu melawanku”.
Pak Johan : (dengan suara merendah)” kalau yang mumpuni aku tahu. tapi aku ragu kamu sanggup melawannya atau tidak.”
Samidi : ” Jangan buang waktu, cepat katakan dimana orang itu tinggal..??”
Pak Johan : “Didekat sini, aku bisa panggil dia, namun ada syaratnya kalau kamu ingin tahu siapa dia..”
Samidi : (sedikit membentak) “cepat katakan syaratnya apa..??”
Pak Johan :”Syaratnya, kamu harus masuk dan tinggal di salah satu kamarku sampai aku kasih tau kalau dia datang”
Samidi : “Baik, dimana kamarnya??”
Pak Johan: ” itu kamarnya, kamu jangan keluar sampai akau kasih tahu kalau musuhmu datang”.
Akhirnya Samidi masuk kamar dan menunggu musuhnya datang sampai waktu malam tiba. Tidak sabar menunggu, Samidi membentak dari dalam kamar.
Samidi : “Pak Johan, lama sekali belum datang, samapai kapan aku menunggu…!!!”
Pak Johan : “Sebentar lagi dia datang…”
Akhirnya Samidi menunggu, tapi tidak lama kemudian samidi membentak berulang ulang kepada Pak Johan. Pak Johanpun menjawab dengan pelan.
Samidi : “Pak Johan, kapan musuhku datang…??”
Pak Johan : ” Sabar…”
Samidi : “lapar nih!!!”
Pak Johan : ” Sabar…”
Samidi : “banyak nyamuk…!!!”
Pak Johan : ” Sabar…”
Samidi terus membentak dan menggerutu sampai malam larut. Karena kelelahan menunggu akhirnya Samidi dengan pelan keluar dari kamar dan menemui Pak Johan.
Samidi : ” Pak Johan, aku sudah nggak kuat, lama sekali aku menunggu musuhku…”
Pak Johan : “Akhirnya terbukti kalau kamu tidak sanggup melawan musuhmu yang satu ini”
Samidi : “Maksudnya…??”
Pak Johan : (dalam bahasa jawa) “ORA ANA MUSUH LEWIH SEKTI KEJABA ATIMU DHEWEK” yang artinya adalah tidak ada musuh yang lebih sakti/hebat daripada dirimu sendiri.

Dari cerita diatas dapat diambil hikmah bahwa musuh kita yang terbesar adalah diri kita sendiri, ambisi kita, nafsu kita, hawa nafsu kita. Kita bisa menjadi orang yang mumpuni/sakti apabila kita dapat mengendalikan hawa nafsu kita, ambisi kita marah kita dan lain sebagainya.

Sumber: http://topengdigital.blogsome.com/2011/05/18/musuh-preman/

This entry was posted in Hiburan & Hubungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s