8 Perbedaan Orang Kepo dan Orang yang Memang Perhatian

Pada zaman informasi, segala hal menjadi lebih mudah diketahui. Akibatnya, sekarang jauh lebih mudah buat kita untuk menjadi kepo. Akibat lebih jauh lagi? Jadi lebih susah buat membedakan antara yang kepo dan yang memang peduli.

Sebelum kamu curiga kalau semua orang cuma kepo — atau sebaliknya, sebelum kamu kepedean mengatakan bahwa semua orang peduli padamu — mending kamu pahami dulu perbedaan keduanya.

1. Orang yang peduli akan menanyakan kabar untuk membuatmu senang. Orang yang kepo akan bertanya hal yang sama agar dirinya sendiri senang.

Orang yang peduli dan yang kepo punya satu kesamaan: mereka akan sama-sama bertanya keadaanmu. Bukan sekadar “Apa kabar?”, mereka akan menggali lebih dalam lagi tentang hal-hal menarik apa saja yang baru-baru ini kamu alami.

Kamu baru aja pulang dari liburan? Kamu baru wisuda? Ada rencana buat nikah? Ada rencana buat ngelamar kerja di mana? Semua itu adalah hal yang sangat menarik buat dibicarakan. Orang peduli akan menanyakan hal-hal ini karena dia tahu bahwa menceritakannya akan membuatmu senang hati. Orang yang kepo? Dia tidak berpikir lebih jauh apakah kamu memang mau bercerita atau tidak. Yang penting, dia akan senang menerima informasi darimu. Bisa buat bahan gosip dengan teman-temannya nanti.

2. Orang yang benar-benar peduli gak segan untuk berbagi kabar

Ada kalanya kamu balik bertanya: “Kabarku baik, kamu sendiri?” Orang yang ramah dan benaran peduli dengan senang hati bakal menjelaskan keadaannya. Dia juga gak segan menceritakan hal yang menurutnya penting bagimu, seperti kemacetan di Jalan Raya X — sebelum menganjurkan kamu mencari jalan alternatif untuk pulang. Dia memandang bahwa info itu, sesederhana apapun, akan berguna bagimu. Sekali lagi, yang dipikirkannya adalah kemudahan dalam hidupmu.

Ketika kamu balik bertanya kabar pada orang yang cuma kepo, belum tentu dia mau menjawabnya. Buat apa? Toh berbagi kabar pribadinya tidak akan menunjang kepentingannya. Alih-alih menjawab, dia mungkin akan berkilah dari pertanyaanmu dan mencoba menggeser fokus percakapan kembali ke kamu.

3. Orang yang perhatian akan bersedia mendengarkan

Obrolan kita dan orang lain bisa mencakup banyak hal. Ada yang haha-hihi dan ringan, ada juga yang sebenarnya serius. Suatu waktu mungkin kamu ingin berkeluh kesah pada teman bicaramu. Jika dia benar-benar peduli, dia akan sungguh-sungguh mendengarkanmu.

Mendengarkan disini lebih dari sekadar pasang telinga dan wajah serius. Dia juga akan melempar beberapa pertanyaan penting: “Kamu yakin harus begitu? Pertimbangannya apa?” Ini karena dia ingin kamu mempertimbangkan perasaanmu dan keputusanmu lagi. Kebaikannya tentu untuk kamu sendiri.

Sebaliknya, orang yang kepo akan mendengarkanmu hanya karena dia ingin menyerap sebanyak-banyaknya informasi dari kamu. Mungkin dia akan bertanya hal-hal yang sebenarnya gak ada hubungannya dengan apa yang sedang kamu ceritakan, karena dia lebih tertarik pada topik itu daripada yang sedang kamu ceritakan sekarang. Orang yang kepo tidak akan terlalu memikirkan bagaimana memperbaiki suasana hatimu yang sekarang.

4. Orang yang peduli gak akan keberatan menunjukkan bahwa mereka peduli

Orang yang memang perhatian akan senang jika punya kesempatan untuk menemuimu. Baginya, menghabiskan waktu denganmu adalah kesempatan yang berharga. Dia akan memasang wajah ceria, dan berusaha menunjukkan bahwa dia menikmati momen yang sedang kalian lewati.

Coba bandingkan dengan teman-temanmu yang pada dasarnya cuma kepo. Mereka tak akan terpikir untuk menunjukkan mereka menghargai kehadiranmu. Kamu ada atau tidak ada, ya seolah sama saja. Bisa jadi mereka baru akan mengajakmu hang out kalau punya perlu dan ingin meminta bantuanmu.

5. Ketika orang yang peduli tidak punya waktu menemuimu, dia akan berusaha mengakalinya

Orang yang peduli dengan kamu selalu berusaha meluangkan waktu, bahkan di tengah-tengah kesibukannya. Untuk sekadar menerima telepon atau membalas pesan, berapa detik sih yang akan terbuang?

Jika kamu mengabari bahwa kamu sedang mengunjungi kotanya, dia akan berusaha mengosongkan jadwal supaya bisa menemuimu. Dia nggak bisa jalan-jalan denganmu siang nanti karena harus rapat? Dia akan minta maaf dan menawarkan untuk menemui kamu malam-malam. Sekali lagi, karena dia memang menikmati waktu bersamamu.

6. Jangan sungkan buat menghubungi orang yang benar-benar peduli

Karena dia benar-benar memperhatikanmu, orang yang memang peduli akan berusaha membuatmu mengerti kalau kamu bisa menghubunginya kapan saja. Gak perlu merasa gak enak karena udah mengganggu kesibukannya. Jadi jangan pernah merasa bersalah karena membangunkan dia tengah malam, atau tiba-tiba berceletuk random tentang sesuatu yang mengesalkanmu. Dia justru akan senang menerima kabar darimu.

Orang yang kepo nggak selamanya mau tahu tentang dirimu, lho. Dia hanya penasaran di bagian-bagian tertentu saja. Mungkin dia penasaran bagaimana kamu bisa mendapat beasiswa semester lalu? Mungkin dia penasaran gimana kamu bisa putus dengan pacarmu yang terakhir? Nah, ketika kamu menghubunginya untuk bercerita hal-hal lain — apalagi di waktu-waktu yang “nggak wajar” — dia tidak akan seterbuka biasanya.

7. Ketika khilaf, orang yang peduli akan berusaha memperbaiki kesalahannya

Semua orang pasti melakukan kesalahan. Begitu juga orang yang peduli dengan kamu. Gak selamanya kalian akan akur-akur aja. Akan tiba masanya kalian akan berselisih paham. Toh semua orang punya opininya masing-masing.

Ketika seseorang peduli denganmu, dia akan berusaha memperbaiki hubungan kalian ketika keadaan berubah buruk. Meski kalian berselisih, dia akan berusaha menemuimu atau setidaknya meminta maaf padamu. Orang yang gak peduli denganmu bisa jadi cuma akan diam. Jangankan berusaha menemuimu, membalas SMS-mu aja mungkin mereka malas.

8. Di pikiran dan hati orang yang peduli, kamu punya tempat yang tetap

Orang yang peduli tidak akan memikirkanmu setiap waktu. Toh mereka juga punya diri sendiri untuk diperhatikan. Tapi pasti ada saatnya dimana kamu terbersit di kepala mereka. Entah itu buku favorit, model rambut, atau opini-opinimu yang mengingatkan mereka padamu. Itu pun tak hanya terjadi sekali waktu.

Sementara, orang yang nggak peduli padamu tidak akan punya tempat untukmu di kepala mereka. Mungkin yang ada di sana hanya diri mereka dan mereka saja? Yang pasti, ketika kamu sedang dirundung masalah besar, mereka bukan orang yang tepat untuk kamu ajak bertukar pikiran.

Gak semua orang yang gak peduli denganmu adalah orang yang jahat. Mungkin mereka memang lebih senang memikirkan hal lain, mungkin ada sesuatu dari kamu yang gak dia suka, atau memang pada dasarnya dia bukan orang yang perhatian dengan lingkungannya.

Yang terpenting adalah kamu mulai memilah siapa aja yang tulus. Habiskan lebih banyak waktu bersama orang yang benar-benar peduli padamu, jangan buang-buang waktu — apalagi perasaanmu — untuk mereka yang cuma ada maunya!

Sumber: http://www.hipwee.com

This entry was posted in Hiburan & Hubungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s